Hari ini gue seneng bangettt! !
Again, gue, Sweet, n Cnova nge-date bareng, ahahay!
Sayang bgt ga ada Kate coz dia sedang bersenang-senang di pulau lain.
Sweet mau KKN 1 bulan ke depan. So, mumpung gue juga lagi libur, maka kami putuskan hari ini berkangen-kangen ria sebelum Sweet pergi tanggal 1 entar.
Lucu juga, hari ini ditraktir makan Sweet di Kedai Batok, n ditraktir minum Cnova di McD, eheheh. .
Hari ini lebih seru dibanding minggu kemaren. Lebih banyak ketawa, lebih banyak cerita, lebih banyak kata-kata membangun.
Mengutip kata-kata Sweet, "Aku ngerasa beruntung banget kenal sama kalian!"
Yap! Gue merasa beruntung memiliki mereka. Sahabat-sahabat yang istimewa Tuhan tempatin menjadi bagian dari hidup gue. Hidup mereka begitu memberkati gue. Mulai dari gaya hidup, cara bicara, kesaksian mereka, sukacita dan segala perjuangan mereka, dan banyak lainnya.
Pokonya hari ini romantis abiss, ahahah!
Bayangkan, ngobrol bareng mereka, dari selesei ibadah sampe malem!
Belum lagi gue ama Sweet lanjut ngobrol beberapa jam di jalan.
Banyak banget yang kita bagiin.
Gue ga nyangka, persahabatan kami ini terus bertumbuh. Mulei dari kami jaman SMA, masa-masa polos, cengeng, dan kekanakan. Banyak tawa dan air mata.
Dan itu terus berlanjut sampai sekarang, di umur kami yang 20+ , yang kata orang 'sudah dewasa'. Dan gue emang merasa kami semakin dewasa. Terlalu banyak pembentukan yang Bapa lakukan dalam hidup kami sehingga kami bisa kayak sekarang. Meskipun banyak hal yang kami temui, bahwa masih ada bagian dari kami yang kekanakan, tapi gue bisa lihat ke belakang, betapa hidup kami sudah banyak berubah.
Gue pengen persahabatan ini terus berlanjut (tentu saja!) sampai kami terus mengerjakan panggilan kami masing-masing. Kalau Sweet sempet ga rela ketika suatu saat kami bakalan pisah, tapi gue justru akan sangat bangga kalau setiap kami mengejar panggilan kami masing-masing. Mungkin ada yang keluar pulau, keliling Indonesia, atau ada yang menetap di Bandung, tapi persahabatan kami ga akan putus. Ngutip perkataan Cnova, "Bukan sampai kita kerja, sampai kita punya anak juga!"
Ya, persahabatan yang kekal, hihihi. . .
Peluk, tawa, cium, gandengan tangan, kasih mesra, nasehat, keterbukaan, dukungan doa,
itulah persahabatan kami!
=)
Monday, June 28, 2010
Sunday, June 27, 2010
June 26, 2010
Ketika semarak bumi begitu membisingkan
Kekuatiran demi kekuatiran mencoba menghimpit
Aku tahu dalam dekap-Mu aku tenang
Berbagai macam nikmat dunia mencoba menarikku dari-Mu
Ketika aku bimbang tak tahu harus bagaimana
Aku tahu tangan-Mu terbuka siap membawaku dalam keindahan-Mu
Ya, aku tahu hanya dalam peluk-Mu aku mendapat ketenangan
dari setiap gejolak hati
dari setiap gelombang dunia
Aku tahu, hanya tangan-Mu yang menguatkan aku
Hanya dalam-Mu, hanya jika bersama-Mu
maka hati ini kan tenang
Aku ingin lebih lagi menikmati damai sejahtera-Mu, Kasih. . .
Kekuatiran demi kekuatiran mencoba menghimpit
Aku tahu dalam dekap-Mu aku tenang
Berbagai macam nikmat dunia mencoba menarikku dari-Mu
Ketika aku bimbang tak tahu harus bagaimana
Aku tahu tangan-Mu terbuka siap membawaku dalam keindahan-Mu
Ya, aku tahu hanya dalam peluk-Mu aku mendapat ketenangan
dari setiap gejolak hati
dari setiap gelombang dunia
Aku tahu, hanya tangan-Mu yang menguatkan aku
Hanya dalam-Mu, hanya jika bersama-Mu
maka hati ini kan tenang
Aku ingin lebih lagi menikmati damai sejahtera-Mu, Kasih. . .
Monday, June 21, 2010
Curhat Selesei UAS
Hari ini gue seneeeeeeeeeeeng banget!
Soalnya baru selesei ujian, jadi rasanya nyantei banget, ga terburu-buru pulang kalo udah selesei ibadah, hihi.
Daaaaaaann, itu artinya gue bisa curcer ama sahabat-sahabat gue!! Hihihihi. .
Yap, hari ini curcer bareng Sweet and Cnova. Sayangnya Kate ga bisa ikut karena must PA.
Curcer about smua yang terjadi belakangan, mulei dari keluarga, pelayanan, studi, dsb. Banyak keketawaan dan saling antusias untuk terima kritikan dan masukan. Ahhh, para sahabat gue itu emang mantab Tuhan pake memberkati gue, hehe. Pokonya banyak keketawaan deh sama mereka sambil makan bareng di Kedai Batok. Ups, tidak lupa juga doa bareng, saling ngedoain.
Beralih dari sana, PA bareng ka Ika di BTC, tepat 30 menit sebelum beliau berangkat ke Jakarta. Jadinya cuma sempet sharing. Gue pun ga menyia-nyiakan kesempatan itu.
Rasanya legaaaaaaaaaa bangett.! Entah kenapa setelah ngedenger kata-kata ka Ika, hati gue langsung tenang banget, masih kerasa sampe sekarang.
Baru kali itu, gue sedih pas nganter ka Ika berangkat ke Jakarta. Padahal kan 2 minggu lagi juga bakalan ketemu, lagian kemaren-kemaren juga gue biasa aja. Tapi, tadi gue ngerasa kangen banget ama diaaa. Pengen cerita lebih banyak dan mendengar lebih banyak dari ka Ika.
Pengen meluk ka Ika. Huhuhu, baru beberapa jam yang lalu ketemu, sekarang udah kangen lagi.
Tapi, gue bener-bener bersyukur banget buat segala hal yang terjadi hari ini.
Diajar Bapa untuk merespon segala hal dengan hati yang penuh damai sejahtera=)
Huaaaaaaahhhh.!
Soalnya baru selesei ujian, jadi rasanya nyantei banget, ga terburu-buru pulang kalo udah selesei ibadah, hihi.
Daaaaaaann, itu artinya gue bisa curcer ama sahabat-sahabat gue!! Hihihihi. .
Yap, hari ini curcer bareng Sweet and Cnova. Sayangnya Kate ga bisa ikut karena must PA.
Curcer about smua yang terjadi belakangan, mulei dari keluarga, pelayanan, studi, dsb. Banyak keketawaan dan saling antusias untuk terima kritikan dan masukan. Ahhh, para sahabat gue itu emang mantab Tuhan pake memberkati gue, hehe. Pokonya banyak keketawaan deh sama mereka sambil makan bareng di Kedai Batok. Ups, tidak lupa juga doa bareng, saling ngedoain.
Beralih dari sana, PA bareng ka Ika di BTC, tepat 30 menit sebelum beliau berangkat ke Jakarta. Jadinya cuma sempet sharing. Gue pun ga menyia-nyiakan kesempatan itu.
Rasanya legaaaaaaaaaa bangett.! Entah kenapa setelah ngedenger kata-kata ka Ika, hati gue langsung tenang banget, masih kerasa sampe sekarang.
Baru kali itu, gue sedih pas nganter ka Ika berangkat ke Jakarta. Padahal kan 2 minggu lagi juga bakalan ketemu, lagian kemaren-kemaren juga gue biasa aja. Tapi, tadi gue ngerasa kangen banget ama diaaa. Pengen cerita lebih banyak dan mendengar lebih banyak dari ka Ika.
Pengen meluk ka Ika. Huhuhu, baru beberapa jam yang lalu ketemu, sekarang udah kangen lagi.
Tapi, gue bener-bener bersyukur banget buat segala hal yang terjadi hari ini.
Diajar Bapa untuk merespon segala hal dengan hati yang penuh damai sejahtera=)
Huaaaaaaahhhh.!
Friday, June 18, 2010
Melody in My Heart
S'gala yang kupunya, s'gala yang kudapat hanyalah milik-Mu
Ingin ku berikan, ku kembalikan untuk kemuliaan-Mu
Tiada tersisa, seluruh hidupku akan kembali dalam tangan-Mu
Selama darahku masih t'rus mengalir
satu janjiku untuk-Mu, aku adalah milik-Mu
Selama jantungku tak henti berdetak
ku persembahkan hidupku hanya kepada-Mu, oh Yesusku
Ingin ku berikan, ku kembalikan untuk kemuliaan-Mu
Tiada tersisa, seluruh hidupku akan kembali dalam tangan-Mu
Selama darahku masih t'rus mengalir
satu janjiku untuk-Mu, aku adalah milik-Mu
Selama jantungku tak henti berdetak
ku persembahkan hidupku hanya kepada-Mu, oh Yesusku
Sunday, June 6, 2010
June 05, 2010
Kasih sayangMu besar. .
Itu Kau buktikan dalam hidupku
Ketika aku melukai hatiMu,
Ketika aku memberontak terhadapMu
Ketika jelas-jelas Kau dapati aku tak setia,
Kasih sayangMu tak berkurang untukku, tetap besar
KesetiaanMu di kala aku mendua hati
PengampunanMu saat aku mengakui kesalahanku
MataMu yang terus menjaga langkahku
TelingaMu ketika aku ingin bicara
Tutur kataMu yang selalu menjadi kesegaran bagiku
TanganMu di saat aku jatuh
Peluk dan damai sejahtera dariMU
HadirMu, bahkan di saat aku tidak memikirkanMu
RohMu untuk mengajar aku
KekuatanMu yang meneguhkan aku
JanjiMu yang menghibur aku
RancanganMU dan pembentukanMu yang indah
PeringatanMu ketika aku salah langkah
Berkat dariMu yang selalu baru setiap hari
PengorbananMu. .
Semuanya adalah bukti kasih sayangMu yang besar dalam hidupku
Hidupku dipenuhi tanda kasih sayangMU
Itu terbukti!
Kasih sayangMu selalu besar
KasihMu lebih indah dari segala yang dunia ini mampu tawarkan
Kau tidak akan pernah tergantikan, Kasih!
Nel sayang Bapaa.! ! !
*diberkati pagi tadi melalui Nehemia 9
=)
"Tiada sperti Kau yang tlah menjamah segnap hatiku
Tak seorang pun di dalam hidup ini sperti Kau, Tuhan
KasihMu sperti sungai mengalir
KuasaMu menyembuhkan
Air mataku Engkau hapuskan
Tiada sperti Kau
Dan hanya Kau Tuhan. ."
Itu Kau buktikan dalam hidupku
Ketika aku melukai hatiMu,
Ketika aku memberontak terhadapMu
Ketika jelas-jelas Kau dapati aku tak setia,
Kasih sayangMu tak berkurang untukku, tetap besar
KesetiaanMu di kala aku mendua hati
PengampunanMu saat aku mengakui kesalahanku
MataMu yang terus menjaga langkahku
TelingaMu ketika aku ingin bicara
Tutur kataMu yang selalu menjadi kesegaran bagiku
TanganMu di saat aku jatuh
Peluk dan damai sejahtera dariMU
HadirMu, bahkan di saat aku tidak memikirkanMu
RohMu untuk mengajar aku
KekuatanMu yang meneguhkan aku
JanjiMu yang menghibur aku
RancanganMU dan pembentukanMu yang indah
PeringatanMu ketika aku salah langkah
Berkat dariMu yang selalu baru setiap hari
PengorbananMu. .
Semuanya adalah bukti kasih sayangMu yang besar dalam hidupku
Hidupku dipenuhi tanda kasih sayangMU
Itu terbukti!
Kasih sayangMu selalu besar
KasihMu lebih indah dari segala yang dunia ini mampu tawarkan
Kau tidak akan pernah tergantikan, Kasih!
Nel sayang Bapaa.! ! !
*diberkati pagi tadi melalui Nehemia 9
=)
"Tiada sperti Kau yang tlah menjamah segnap hatiku
Tak seorang pun di dalam hidup ini sperti Kau, Tuhan
KasihMu sperti sungai mengalir
KuasaMu menyembuhkan
Air mataku Engkau hapuskan
Tiada sperti Kau
Dan hanya Kau Tuhan. ."
Saturday, June 5, 2010
Say No To DRUGS
Beberapa hari belakangan gue disibukkan dengan begadang di rumah Pa uli dan bu Tiki, ehehe.
Intinya, gue must begadang karena skoringan 40 file.
Nahh, hari Selasa kemaren adalah hari terakhir, penghabisan gue skoringan di kampus.
Gue naek ojek dari pangkalan Damri menuju kampus, sebuah motor yang cukup oke dan gaul, bahahaha. Motor itu ngebut banget, membawa gue menuju kampus.
Sekedar pemberitahuan, harga naek ojek ke kampus gue itu 3 ribu rupiah. Pas udah nyampe, gue kasih sang supir uang 5 ribu karena ga ada receh. Ehh, ternyata sang supir ojek pun ga punya kembalian juga.
Maka kompaklah kami berdua sibuk saling mencari uang receh seribuan.
Tiba-tiba waktu sang supir merogoh kantong celananya...
JENG, JENG, JEGERRR.!!
Jatuhlah 2 bungkus kecil ke tanah. Gue yang emang saat itu lagi nunduk, terkejut amat sangat waktu ngeliat benda apa yang jatuh itu.
2 bungkus kecil, masing-masing bungkus berisi 5-8 tablet kecil berwarna kuning.
NARKOBA!
Sedetik, itu yang langsung terlintas di pikiran gue.
Dan detik berikutnya jantung gue langsung ajeb-ajeb.
Sambil jantung ajeb-ajeb ala marathon, gue masih mengorek isi tas dan celana gue, berharap segera menemukan uang recehan 3 ribu dan langsung mengakhiri urusan gue dengan si supir ojek. Gue perhatiin mukanya diem-diem, naluri observasi gue mulei keluar.
Pria kulit gelap, mata membesar waktu bungkus pil-nya jatuh, langsung ngambil dua bungkusan itu setelah beberapa detik terdiam tanpa berkata apa-apa. Waktu gue akhirnya memutuskan untuk merelakan uang 5 ribu itu untuk dia, supir itu kayak yang diem agak lama dulu, ga langsung pergi entah kenapa. Gue juga sengaja diem di sana, ngelama-lamain jalan coz pengen banget liat motor beserta plat nomernya.
Sampai lah gue di kampus, segera menceritakan kepada temen-temen pengalaman yang baru gue alami dengan sisa-sisa jantung gue yang masih sedikit berdisko.
Reaksi mereka bermacam-macam.
* Orang pertama cuma bertanya, “Hah??!”
* Orang kedua, “Ah, masa sih, Nel...”
* Yang lainnya mengira itu cuma tablet mainan alias permen buat anak kecil
* Yang lain berpendapat, jangan-jangan sebenarnya tukang ojek itu lagi sakit keras, kanker misalnya, namun dia tetap berjuang mencari nafkah. Dan yang gue liat itu diperkirakan adalah obat dia.
* Ada yang menyebutkan, kalo itu mungkin obat vitamin C (karena warnanya yang kuning)
* “Kamu jangan berpikiran negatif dulu, dong Nel...”
* “Kamu salah liat kalii...”
* “Ah, si Nelly lebay nih...”
Gue ga mampu berkata apa-apa lagi. Ga jelas sebenarnya siapa yang aneh. Gue, apa temen-temen gue???
Sampai akhirnya niat gue untuk melapor kepada pihak yang berwajib pun sirna. Kroscekan 40 file hari itu membuat gue sempat melupakan pengalaman gue bersama sang tukang ojek.
Dan sampai sekarang, tablet-tablet beserta si tukang ojek masih menjadi misteri...
Intinya, gue must begadang karena skoringan 40 file.
Nahh, hari Selasa kemaren adalah hari terakhir, penghabisan gue skoringan di kampus.
Gue naek ojek dari pangkalan Damri menuju kampus, sebuah motor yang cukup oke dan gaul, bahahaha. Motor itu ngebut banget, membawa gue menuju kampus.
Sekedar pemberitahuan, harga naek ojek ke kampus gue itu 3 ribu rupiah. Pas udah nyampe, gue kasih sang supir uang 5 ribu karena ga ada receh. Ehh, ternyata sang supir ojek pun ga punya kembalian juga.
Maka kompaklah kami berdua sibuk saling mencari uang receh seribuan.
Tiba-tiba waktu sang supir merogoh kantong celananya...
JENG, JENG, JEGERRR.!!
Jatuhlah 2 bungkus kecil ke tanah. Gue yang emang saat itu lagi nunduk, terkejut amat sangat waktu ngeliat benda apa yang jatuh itu.
2 bungkus kecil, masing-masing bungkus berisi 5-8 tablet kecil berwarna kuning.
NARKOBA!
Sedetik, itu yang langsung terlintas di pikiran gue.
Dan detik berikutnya jantung gue langsung ajeb-ajeb.
Sambil jantung ajeb-ajeb ala marathon, gue masih mengorek isi tas dan celana gue, berharap segera menemukan uang recehan 3 ribu dan langsung mengakhiri urusan gue dengan si supir ojek. Gue perhatiin mukanya diem-diem, naluri observasi gue mulei keluar.
Pria kulit gelap, mata membesar waktu bungkus pil-nya jatuh, langsung ngambil dua bungkusan itu setelah beberapa detik terdiam tanpa berkata apa-apa. Waktu gue akhirnya memutuskan untuk merelakan uang 5 ribu itu untuk dia, supir itu kayak yang diem agak lama dulu, ga langsung pergi entah kenapa. Gue juga sengaja diem di sana, ngelama-lamain jalan coz pengen banget liat motor beserta plat nomernya.
Sampai lah gue di kampus, segera menceritakan kepada temen-temen pengalaman yang baru gue alami dengan sisa-sisa jantung gue yang masih sedikit berdisko.
Reaksi mereka bermacam-macam.
* Orang pertama cuma bertanya, “Hah??!”
* Orang kedua, “Ah, masa sih, Nel...”
* Yang lainnya mengira itu cuma tablet mainan alias permen buat anak kecil
* Yang lain berpendapat, jangan-jangan sebenarnya tukang ojek itu lagi sakit keras, kanker misalnya, namun dia tetap berjuang mencari nafkah. Dan yang gue liat itu diperkirakan adalah obat dia.
* Ada yang menyebutkan, kalo itu mungkin obat vitamin C (karena warnanya yang kuning)
* “Kamu jangan berpikiran negatif dulu, dong Nel...”
* “Kamu salah liat kalii...”
* “Ah, si Nelly lebay nih...”
Gue ga mampu berkata apa-apa lagi. Ga jelas sebenarnya siapa yang aneh. Gue, apa temen-temen gue???
Sampai akhirnya niat gue untuk melapor kepada pihak yang berwajib pun sirna. Kroscekan 40 file hari itu membuat gue sempat melupakan pengalaman gue bersama sang tukang ojek.
Dan sampai sekarang, tablet-tablet beserta si tukang ojek masih menjadi misteri...
Subscribe to:
Posts (Atom)