Saturday, June 5, 2010

Say No To DRUGS

Beberapa hari belakangan gue disibukkan dengan begadang di rumah Pa uli dan bu Tiki, ehehe.
Intinya, gue must begadang karena skoringan 40 file.
Nahh, hari Selasa kemaren adalah hari terakhir, penghabisan gue skoringan di kampus.
Gue naek ojek dari pangkalan Damri menuju kampus, sebuah motor yang cukup oke dan gaul, bahahaha. Motor itu ngebut banget, membawa gue menuju kampus.
Sekedar pemberitahuan, harga naek ojek ke kampus gue itu 3 ribu rupiah. Pas udah nyampe, gue kasih sang supir uang 5 ribu karena ga ada receh. Ehh, ternyata sang supir ojek pun ga punya kembalian juga.
Maka kompaklah kami berdua sibuk saling mencari uang receh seribuan.
Tiba-tiba waktu sang supir merogoh kantong celananya...

JENG, JENG, JEGERRR.!!

Jatuhlah 2 bungkus kecil ke tanah. Gue yang emang saat itu lagi nunduk, terkejut amat sangat waktu ngeliat benda apa yang jatuh itu.
2 bungkus kecil, masing-masing bungkus berisi 5-8 tablet kecil berwarna kuning.

NARKOBA!

Sedetik, itu yang langsung terlintas di pikiran gue.
Dan detik berikutnya jantung gue langsung ajeb-ajeb.

Sambil jantung ajeb-ajeb ala marathon, gue masih mengorek isi tas dan celana gue, berharap segera menemukan uang recehan 3 ribu dan langsung mengakhiri urusan gue dengan si supir ojek. Gue perhatiin mukanya diem-diem, naluri observasi gue mulei keluar.
Pria kulit gelap, mata membesar waktu bungkus pil-nya jatuh, langsung ngambil dua bungkusan itu setelah beberapa detik terdiam tanpa berkata apa-apa. Waktu gue akhirnya memutuskan untuk merelakan uang 5 ribu itu untuk dia, supir itu kayak yang diem agak lama dulu, ga langsung pergi entah kenapa. Gue juga sengaja diem di sana, ngelama-lamain jalan coz pengen banget liat motor beserta plat nomernya.
Sampai lah gue di kampus, segera menceritakan kepada temen-temen pengalaman yang baru gue alami dengan sisa-sisa jantung gue yang masih sedikit berdisko.
Reaksi mereka bermacam-macam.
* Orang pertama cuma bertanya, “Hah??!”
* Orang kedua, “Ah, masa sih, Nel...”
* Yang lainnya mengira itu cuma tablet mainan alias permen buat anak kecil
* Yang lain berpendapat, jangan-jangan sebenarnya tukang ojek itu lagi sakit keras, kanker misalnya, namun dia tetap berjuang mencari nafkah. Dan yang gue liat itu diperkirakan adalah obat dia.
* Ada yang menyebutkan, kalo itu mungkin obat vitamin C (karena warnanya yang kuning)
* “Kamu jangan berpikiran negatif dulu, dong Nel...”
* “Kamu salah liat kalii...”
* “Ah, si Nelly lebay nih...”
Gue ga mampu berkata apa-apa lagi. Ga jelas sebenarnya siapa yang aneh. Gue, apa temen-temen gue???

Sampai akhirnya niat gue untuk melapor kepada pihak yang berwajib pun sirna. Kroscekan 40 file hari itu membuat gue sempat melupakan pengalaman gue bersama sang tukang ojek.




Dan sampai sekarang, tablet-tablet beserta si tukang ojek masih menjadi misteri...

No comments:

Post a Comment