Kemaren malem gw "ditegur". Semuanya membangun, meski sakit.
Gw ditegur ama seorang "bapa-bapa". Hehe, gw sebut dia kali ini "bapa-bapa" aja lah karena kemaren dia ngasi nasehat seolah bapa gw.
Malam itu penuh hela napas dan menahan air mata.
Tegurannya mantab, mengenai salah satu bagian hidup gw. Dan selama ini gw emang menantikan teguran itu. Teguran yang bak cermin, ngasi tau keadaan gw yang sebenarnya dan gimana gw seharusnya.
Tentang menjadi terang yang terang.
Tentang hidup yang menjadi berkat tidak hanya untuk sementara ini saja, tapi terus-menerus.
Tentang menjadi unggul supaya bisa bilang Dia itu besar.
Tentang mengejar target.
Untuk bangkit dan ga putus asa.
Untuk tidak menjadi mata air yang kotor.
Untuk ga menyalahkan keadaan, tapi mengendalikannya.
Meski sedikit menguak luka lama. .
Huahh, jadi melow.!
Bapaaa, ajar nL. .
@ si "bapa-bapa" : thx a lot =)
No comments:
Post a Comment