Bapa, pegang tanganku
Aku rindu saat teduh bersama-Mu
Dekap aku dalam hangat naungan-Mu
Bawa hidupku pada-Mu, masuk dalam altar-Mu yang kudus
Bapa, pegang tanganku
Aku rindu tinggal di dalam hati-Mu
Engkau terang yang membuatku melihat
Melihat jauh ke dalam keb’naran-Mu, Bapa
Lebih dari napasku, Bapa
Ku perlukan kasih-Mu, Bapa
Berjalan di samping-Mu, Bapa seumur hidupku
Lebih dari napasku, Bapa
Ku perlukan kasih-Mu, Bapa
Peganglah tanganku ya, Bapa untuk selamanya. .
*Dasar nelut cengeng, uhhh.!!
Monday, March 29, 2010
Wednesday, March 24, 2010
Teguran Seorang "Bapa-Bapa"
Kemaren malem gw "ditegur". Semuanya membangun, meski sakit.
Gw ditegur ama seorang "bapa-bapa". Hehe, gw sebut dia kali ini "bapa-bapa" aja lah karena kemaren dia ngasi nasehat seolah bapa gw.
Malam itu penuh hela napas dan menahan air mata.
Tegurannya mantab, mengenai salah satu bagian hidup gw. Dan selama ini gw emang menantikan teguran itu. Teguran yang bak cermin, ngasi tau keadaan gw yang sebenarnya dan gimana gw seharusnya.
Tentang menjadi terang yang terang.
Tentang hidup yang menjadi berkat tidak hanya untuk sementara ini saja, tapi terus-menerus.
Tentang menjadi unggul supaya bisa bilang Dia itu besar.
Tentang mengejar target.
Untuk bangkit dan ga putus asa.
Untuk tidak menjadi mata air yang kotor.
Untuk ga menyalahkan keadaan, tapi mengendalikannya.
Meski sedikit menguak luka lama. .
Huahh, jadi melow.!
Bapaaa, ajar nL. .
@ si "bapa-bapa" : thx a lot =)
Gw ditegur ama seorang "bapa-bapa". Hehe, gw sebut dia kali ini "bapa-bapa" aja lah karena kemaren dia ngasi nasehat seolah bapa gw.
Malam itu penuh hela napas dan menahan air mata.
Tegurannya mantab, mengenai salah satu bagian hidup gw. Dan selama ini gw emang menantikan teguran itu. Teguran yang bak cermin, ngasi tau keadaan gw yang sebenarnya dan gimana gw seharusnya.
Tentang menjadi terang yang terang.
Tentang hidup yang menjadi berkat tidak hanya untuk sementara ini saja, tapi terus-menerus.
Tentang menjadi unggul supaya bisa bilang Dia itu besar.
Tentang mengejar target.
Untuk bangkit dan ga putus asa.
Untuk tidak menjadi mata air yang kotor.
Untuk ga menyalahkan keadaan, tapi mengendalikannya.
Meski sedikit menguak luka lama. .
Huahh, jadi melow.!
Bapaaa, ajar nL. .
@ si "bapa-bapa" : thx a lot =)
Thursday, March 11, 2010
March 11, 2010
Kala engkau merasa sendiri, ditinggalkan
Kau mencari, namun tak ada satu kau dapati ada dekatmu
Rasakan Aku bersamamu
Juga saat kau takut
Kau tak tahu apakah langkahmu itu benar
Kau bimbang harus berbuat apa
Kau merasa seolah tersesat
Rasakan Aku bersamamu
Dan bila kau merasa tak berdaya
Habis apimu, tak menyala
Kau merasa gagal dengan kuatmu sendiri
Rasakan Aku bersamamu
Kau tak sendiri, Nak
Akulah Penolongmu, yang membimbingmu di jalanmu
Kau kuat kar'na Ku pegang tanganmu
Ya, Aku di sini bersamamu
Sahabat, Terang, dan Kekuatanku,
aku percaya Kau selalu bersamaku. .
Kau mencari, namun tak ada satu kau dapati ada dekatmu
Rasakan Aku bersamamu
Juga saat kau takut
Kau tak tahu apakah langkahmu itu benar
Kau bimbang harus berbuat apa
Kau merasa seolah tersesat
Rasakan Aku bersamamu
Dan bila kau merasa tak berdaya
Habis apimu, tak menyala
Kau merasa gagal dengan kuatmu sendiri
Rasakan Aku bersamamu
Kau tak sendiri, Nak
Akulah Penolongmu, yang membimbingmu di jalanmu
Kau kuat kar'na Ku pegang tanganmu
Ya, Aku di sini bersamamu
Sahabat, Terang, dan Kekuatanku,
aku percaya Kau selalu bersamaku. .
Subscribe to:
Posts (Atom)